Pengertian Pergaulan Bebas

Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa.

Di America telah di lakukan riset dan menurut American Academy of Pediatrics, 36,9 persen dari 14-year-olds memiliki seks – lebih dari satu dari tiga. Di antara anak kelas 12, 66,4 persen telah melakukan hubungan seks.

Topik seksualitas dan remaja sering membuat orang tua dan remaja tidak nyaman. Ini bisa sulit bagi beberapa orangtua bahkan membicarakan masalah seksualitas, dan bahkan lebih sulit harus orang tua mencurigai anak mereka secara seksual promiscuous. Beberapa orang tua ingin menghadapi masalah seksual atau perilaku seksual yang tidak pantas pada anak-anak mereka, namun menghindari masalah perilaku tersebut dapat sebagai berisiko sebagai perilaku sendiri. Tidak hanya promiskuitas seksual menyebabkan risiko kesehatan yang serius pada anak Anda, dapat merusak harga diri dan kesehatan emosional dari remaja berkembang.

Remaja sering ikut serta dalam mengambil risiko perilaku. Hal ini tampaknya menjadi tema umum di antara remaja, tetapi bisa menjadi masalah serius pada remaja bermasalah. Seks dapat menjadi outlet untuk frustrasi seorang remaja yang berjuang, banyak cara yang sama obat dan alkohol berfungsi sebagai outlet. Dengan cara ini, seks menjadi obat, cara untuk melarikan diri perasaan dan kebingungan emosional. Namun, seperti dengan obat apapun, ada sebuah tendangan. Setiap remaja yang bertindak keluar seksual akan mulai merasakan berkurang nilai dan harga diri.
Dalam beberapa kasus, seks bisa digunakan sebagai senjata atau pertahanan. Seorang remaja mungkin melihat seks bebas sebagai cara untuk menunjukkan orang tua bahwa ia adalah “bebas,” orang dewasa, seseorang yang dapat “melakukan apapun” yang mereka ingin lakukan. Membiarkan orang muda untuk terus melihat seks dalam seperti cara yang tidak dewasa dan merusak diri sendiri emosional dapat menyebabkan masalah jangka panjang dengan hubungan intim, serta kesehatan fisik anak.

HIV dan AIDS, penyakit menular seksual, dan kanker leher rahim semuanya telah dikaitkan dengan perilaku seksual bebas. Ancaman terhadap kesehatan seksual remaja adalah cukup untuk menjamin intervensi harus Anda menduga anak Anda bertindak dalam cara ini.

Lebih Statistik : “Selama tiga dekade terakhir, tingkat aktivitas seksual pada remaja di Amerika Serikat telah meningkat.” Diantara remaja setiap tahun ada sekitar 3 juta kasus penyakit menular seksual (PMS), dan sekitar 1 juta kehamilan. Manusia infeksi virus (HIV) imunodefisiensi adalah penyebab utama kematian di antara keenam orang yang berusia 15-24 tahun di Amerika Serikat.

Aspen Education Group memiliki sejumlah program yang dapat membantu mendidik remaja pada konsekuensi seksual. Program-program intensif cepat dapat mempersempit masalah anak Anda mengalami untuk membantu dia atau dia di jalan kehidupan yang positif.

Stone Mountain Sekolah didirikan untuk menyediakan remaja laki-laki dengan alternatif yang menarik untuk program pendidikan tradisional. Sekolah mendorong pertumbuhan emosional dengan program akademik dan perilaku terstruktur dalam lingkungan luar. Bicara dengan perwakilan program untuk informasi lebih lanjut.

Copper Canyon Academy adalah sebuah sekolah asrama untuk anak perempuan remaja yang menunjukkan perilaku negatif. Program ini berfokus pada semua aspek kehidupan siswa dengan membantu mereka menemukan siapa mereka dan tumbuh menjadi orang dewasa baik-bulat. Bicara dengan perwakilan program untuk informasi lebih lanjut.

Penyebab Terjadinya Pergaulan Bebas Remaja Indonesia

Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama dan ketidakstabilan emosi remaja. Hal tersebut menyebabkanperilaku yang tidak terkendali, seperti pergaulan bebas. Berikut ini di antara penyebab maraknyapergaulan bebas di Indonesia:

  • Sikap mental yang tidak sehat

Sikap mental yang tidak sehat membuat banyaknya remaja merasa bangga terhadap pergaulanyang sebenarnya merupakan pergaulan yang tidak sepantasnya, tetapi mereka tidak memahamikarena daya pemahaman yang lemah. Dimana ketidakstabilan emosi yang dipacu denganpenganiayaan emosi seperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya dikarenakantindakan keluarga ataupun orang tua yang menolak, acuh tak acuh, menghukum, mengolok-olok,memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang salah tanpa dibekali dasar keimanan yang kuatbagi anak, yang nantinya akan membuat mereka merasa tidak nyaman dengan hidup yangmereka biasa jalani sehingga pelarian dari hal tersebut adalah hal berdampak negatif, contohnyadengan adanya pergaulan bebas.

  • Pelampiasan rasa kecewa

Yaitu ketika seorang remaja mengalami tekanan dikarenakan kekecewaannya terhadap orangtua yang bersifat otoriter ataupun terlalu membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terus menerus (baik dari segi prestasi untuk remaja yang sering gagal maupun dikarenakan peraturanyang terlalu mengikat), lingkungan masyarakat yang memberikan masalah dalam sosialisasi,sehingga menjadikan remaja sangat labil dalam mengatur emosi, dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekelilingnya, terutama pergaulan bebas dikarenakan rasa tidak nyaman dalam lingkungan hidupnya.

  • Kegagalan remaja menyerap norma dan pendidikan agama

Hal ini disebabkan karena norma-norma yang ada sudah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi dan bisa juga karena factor keluarga yang kurang memberikan pendidikan agama, sehingga begitu lemahnya iman seorang remaja yang menjadikan mereka gampang terpengaruh oleh pergaulan bebas dalam lingkungannya tersebut.

  •  Teman dan Komunitas Tempat Tinggal yang Kurang Baik

Masa remaja adalah masa dimana suatu anak masih mencari jati diri mereka yang sebenarnya, masa ini masa yang sangat rentan dan harus terus di control oleh para orang tua kepada anak mereka. Remaja yang tidak dapat memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua yang tidak memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul. Karena remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Dampak Terjadinya Pergaulan Bebas

Narkoba

Narkoba menurut pengertian farmakologi medis adalah obat yang dapat menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan penurunan tingkat kesadaran serta mengandung zat adiktif yang dapat menimbulkan kecanduan. Narkoba berasal dari tanaman kokain dan tanaman ganja. Dalam dunia kedokteran, bahan ini diperlukan untuk pengobatan penyakit tertentu, tetapi jika dikonsumsi secara bebas atau berlebihan akan berbahaya. Narkoba pada zaman sekarang ini menjadi masalah diberbagi negara, termasuk Indonesia, mengingat akibat yang ditimbulkan karena penyalahgunaannya dapat membahayakan kehidupan bangsa dan negara.

Narkoba dapat menimbulkan gangguan kesehatan jasmani dan rohani, merusak fungsi organ vital tubuh : otak, jantung, ginjal, hati, dan paru – paru, sampai kepada kematian sia – sia yang tidak patut ditangisi, memerlukan biaya yang sangat besar baik untuk membeli narkoba yang harganya sangat mahal, maupun untuk biaya pengobatannya yang juga sangat mahal, sehingga dapat membuat keluarga bangkrut dan menderita, menimbulkan gangguan terhadap ketertiban, ketentraman, dan keamanan masyarakat, menimbulkan kecelakaan diri yang bersangkutan dengan orang lain, perbuatan melanggar hokum yang dapat menyeret pelakunya ke penjara, memicu tindakan tidak bermoral, tindakan kekerasan dan tindakan kejahatan, menurunkan sampai membunuh semangat belajar adalah perbuatan yang menghancurkan masa depan, merusak keimanan dan ketakwaan, membatalkan ibadah agama karena hilangnya akal sehat, dan bisa juga terjangkit virus HIV/AIDS karena pemakaian jarum suntik secara bergantian dari orang ke orang dalam pemakaian narkoba tersebut.

Sex Bebas

Belum lagi ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.    Menurut riset di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual dan maraknya anak remaja yang hamil di luar nikah.

Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.

Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).

Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua. Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan. Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.

Risiko Aborsi : Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.

Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah :

  • Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
  • Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
  • Kematian secara lambat akibat infeksi serius    disekitar kandungan.
  • Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
  • Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
  • Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),
  • Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
  • Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
  • Kanker hati (Liver Cancer).
  •  Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
  •  Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
  •  Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
  • Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review.

Terjangkit Virus HIV/AIDS

Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.

Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.

Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.

Semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.

“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi.

     Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari.

Solusi Untuk Menyelesaikan Masalah Pergaulan Bebas

Solusi Untuk Menyelesaikan Masalah Pergaulan Bebas Kita semua mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, penyaluranminat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuat setiap orang mampumencapai kesuksesan hidup nantinya. Tetapi walaupun kata-kata tersebut sering ‘didengungkan’tetap saja masih banyak remaja yang melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Selaindaripada solusi di atas masih banyak solusi lainnya. Solusi-solusi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam “kenyataan”,maksudnya sebaiknya remaja dididik dari kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidaksesuai dengan kemampuannya sehingga apabila remaja mendapatkan kekecewaan merekaakan mampu menanggapinya dengan positif.
  • Menjaga keseimbangan pola hidup. Yaitu perlunya remaja belajar disiplin dengan mengelolawaktu, emosi, energi serta pikiran dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalamkegiatan sehari-hari serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif 3. Jujur pada diri sendiri. Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaikuntuk diri masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan iniremaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
  • Jujur pada diri sendiri. Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk diri masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan ini remaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
  • Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan masyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengan komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita.
  • Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik denganmasyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kitamulai dengan komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita.
  • Perlunya remaja berpikir untuk masa depan. Jarangnya remaja memikirkan masa depan. Seandainya tiap remaja mampu menanamkan pertanyaan “Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti jika saya lalai dalam menyusun langkah untuk menjadi individu yang lebih baik?” kemudian hal itu diiringi dengan tindakan-tindakan positif untuk kemajuan diri para remaja. Dengan itu maka remaja-remaja akan berpikir panjang untuk melakukan hal-hal menyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV & AIDS nantinya.Selain usaha dari diri masing-masing sebenarnya pergaulan bebas dapat dikurangi apabila setiap orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktif untuk memberikan motivasi positif dan memberikan sarana & prasarana yang dibutuhkan remaja dalam proses keremajaannya sehingga segalanya menjadi bermanfaat dalam kehidupan tiap remaja.

Macam-Macam Penyakit Kelamin Selain HIV/AIDS

GONORRHEA & CHLAMYDIA

  • Disebabkan oleh bakteri. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini
  • * Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali.
  • Gejala-gejala gonorrhea pada wanita biasanya sangat ringan atau tidak terasa sama sekali, tetapi kalau tidak diobati penyakit ini dapat menjadi parah dan menyebabkan kemandulan
  • Penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotik bila ditangani secara dini

HERPES

  • Disebabkan oleh virus, dapat diobati tetapi tidak dapat disembuhkan
  • Gejala timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
  • Gejala awal muncul seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair.
  • Dalam 5 sampai 10 hari gejala hilang
  • Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi sesuatu saat, dan kadang-kadang sering
  • Wanita kerap kali tidak sadar bahwa ia menderita herpes akrena lecet terjadi di dalam vagina

INFEKSI JAMUR

  • Disebabkan oleh jamur
  • Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat
  • Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal
  • Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur

SYPHILIS

  • Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini
  • Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit
  • Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagiantubuh lain
  • Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan penicillin
  • Pada wanita lesi dapat tersembunyi pada vagina

VAGINISTIS

  • Infeksi pada vagina yang biasanya menyebabkan keluarnya cairan dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidak nyamanan
  • Disebabkan oleh berbagai jenis bakteri (bakteri gonorrhea, chlamydia) atau jamur
  • Juga dapat disebabkan oleh berbagai bakteri tidak berbahaya yang memang menetap pada vagina
  • Dapat diselidiki dengan meneliti cairan vagina tersebut dengan mikroskop
  • Pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat sesuai dengan penyebabnya.


BISUL PADA ALAT KELAMIN

  • Disebabkan oleh virus (Virus Human Papilloma atau HPV)
  • Muncul berupa satu atau banyak bisul atau benjolan antara sebulan sampai setahun setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit tersebut
  • Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil. Dapat diuji dengan lapisan cuka
  • Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker cervix
  • Bisul pada kelamin ini dapat disembuhkan, wanita harus menjalankan pap smear setiap kali berganti pasangan intim

KUTU KELAMIN

  • Sangat kecil (lebih kecil atau sama dengan 1/8 inch), berwana kelabu kecoklatan, menetap pada rambut kemaluan.
  • Dapat disembuhkan dengan obat cair yang digosokkan pada rambut kelamin

KUTU DI BAWAH KULIT

  • Mirip dengan kutu kelamin, tetapi ukurannya lebih kecil dan menetap di bawah kulit
  • Menyebabkan luka-luka kecil dan gatal di seluruh tubuh
  • Diobati dengan obat cair yang diusapkan ke seluruh tubuh
  • Pakaian, seprei dan handuk harus dicuci setelah pengobatan, karena kutu dapat menetap pada kain-kain terebut

Dampak Hukum Akibat Pergaulan Bebas

  • Penyalahgunaan Narkoba

Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyebutkan bahwa

(1) Setiap Penyalah guna:

  1. Narkotika Golongan I bagi dirinya sendiri, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun;
  2. Narkotika Golongan II bagi dirinya sendiri, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun;
  3. Narkotika Golongan III bagi dirinya sendiri, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun
  • Seks Bebas

Secara khusus mengenai seks bebas tidak diatur dalam KUHP tetapi tindakan tersebut dapat menjerumuskan kita pada tindak pidana tertentu, seperti:

  • Melanggar kesusilaan didepan umum

Pasal 281 KUHP menyatakan bahwa

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya empat ribu lima ratus rupiah:

Ke-1 barangsiapa dengan sengaja merusak kesusilaan dihadapan umum;

Ke-2 barangsiapa dengan sengaja merusak kesusilaan dimuka orang lain yang hadir tidak dengan kemauannya sendiri

  • Tindak Pidana Perkosaan

Pasal 285 KUHP menyatakan bahwa “Barangsiapa yang dengan kekerasan atau dengan ancaman memaksa perempuan yang bukan isterinya bersetubuh dengan dia, karena perkosaan, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya dua belas tahun”.

  • Berzina

Pasal 284 ayat (1) KUHP menyatakan bahwa

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya Sembilan bulan:

Ke-1 a. laki-laki yang beristri yang berzina sedang diketahuinya, bahwa pasal 27 Kita Undang-Undang Hukum Perdata berlaku baginya;

b perempuan yang bersuami yang berzina;

Ke-2 a. laki-laki yang turut melakukan perbuatan itu, sedang diketahuinya bahwa yang turut bersalah itu bersuami;

b perempuan yang tiada bersuami yang turut melakukan perbuatan itu, padahal diketahuinya, bahwa yang turut bersalah itu beristri dan pasal 27 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berlaku bagi yang turut bersalah itu

  • Menggugurkan kandungan

Pasal 346 KUHP menyatakan bahwa “Wanita yang dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungannya, atau menyuruh orang lain menyebabkan itu, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya emapat tahun”

Pasal 348 KUHP menyatakan

(1) Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungan seorang wanita dengan izin wanita itu, dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan

(2) Jika perbuatan itu berakibat wanita itu mati, ia dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya tujuh tahun.

  • Membunuh anak yang baru dilahirkan

Pasal 341 KUHP menyatakan “Seorang ibu yang karena takut akan diketahui ia sudah melahirkan anak, pada ketika anak itu dilahirkan atau tiada berapa lama sesudah dilahirkan, dengan sengaja menghilangkan nyawa anak itu dipidana karena bersalah melakukan pembunuhan anak, dengan pidana penjara selama-lamanya tujuh tahun”

3 Golongan Dalam Menghukum dan Mengadili Ikhtilat

1- GOLONGAN MUTASYADDIDUN

  •  Golongan ini amat keras/syadid dalam berhukum sehingga menfatwakan kesemua ikhtilat itu haram dalam apa jua keadaan sekalipun. Contoh : Sekolah perlu diasingkan antara lelaki dan perempuan hatta sekolah rendah/tadika sekalipun. Malah guru perempuan hanya boleh mengajar di sekolah perempuan sahaja dan begitulah sebaliknya. Di Arab Saudi, ayah dilarang untuk menghadiri majlis di sekolah bagi pihak anak perempuannya.
  • Golongan ini juga turut mendakwa memakai niqab adalah wajib selain menutup seluruh aurat.

2- GOLONGAN MUTASAHHILIN

  •  Golongan ini terlalu memudah2kan urusan agama sehingga soal aurat dan ikhtilat ini dipandang enteng.
  •  Aurat boleh didedahkan dan percampuran lelaki dan perempuan dibolehkan tanpa batasan atas dasar kebebasan dan hak individu.

3- GOLONGAN MUTAWASITTHIN

  • Golongan ini adalah golongan pertengahan yang menjadi pegangan akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah.
  •  Golongan ini bersederhana dalam pengamalan. Tidak terlalu keras/syadid atau tidak terlalu memudahkan dalam pergaulan lelaki dan perempuan.
  • Tidak mengharamkan dan tidak menghalalkan terus secara mutlak percampuran lelaki dan perempuan malah meletakkan garis panduan dan syarat2 tertentu dalam pengamalan ikhtilat.
Daripada uraian diatas, kita perlu berpegang dan berhukum dengan golongan yg ketiga dan menolak pegangan golongan pertama dan kedua. Kita boleh berikhtilat lelaki dan perempuan tetapi mestilah disertai dengan etika garis panduan yang ditetapkan. Jika kita mengatakan haram berikhtilat secara mutlak,maka apa hikmahnya Allah menciptakan kaum wanita di bumi ini. Jika begitu,adalah munasabah jika kaum wanita berada di planet lain yang mana dikhususkan hanya untuk kaum wanita. Begitulah sebaliknya. Islam membenarkan ikhtilat bukan secara mutlak tetapi berpandu dan terarah.